Belajar PHP & MySQL #1: Pengenalan PHP dan XAMPP

Heru Iryanto
Heru Iryanto
Teacher, Content Creator and Full-Stack Developer

Selamat datang di ranah Back-End! Mempelajari bahasa pemrograman PHP akan sedikit berbeda pendekatannya dengan HTML/CSS. Di sini, Anda bukan sekadar merias tampilan, tetapi Anda memberi “Otak Logika” pada website Anda.

Namun, sebelum kita mulai menulis kode PHP pertama Anda, ada sebuah tembok besar yang sering membuat pemula frustrasi karena ketidaktahuan konsep. Tembok itu adalah Konsep Server-Side Scripting.

1️⃣ PHP Bukanlah HTML

Saat Anda belajar HTML, Anda bisa membuat file index.html, lalu mengeklik ganda (Double Click) file tersebut di Windows Explorer, dan Browser (Google Chrome) Anda akan langsung membukanya. Ini terjadi karena Browser secara kodratnya sudah diajari cara membaca bahasa HTML.

Browser TIDAK BISA membaca bahasa PHP! Jika Anda membuat file index.php, menulis kode PHP di dalamnya, lalu Anda klik ganda file tersebut… Browser Anda hanya akan menampilkan teks kodenya mentah-mentah (karena Browser tidak paham artinya), atau Windows Anda akan bingung mau pakai aplikasi apa.

Mengapa? Karena PHP adalah bahasa Server-Side (Bekerja di pihak Server). Ia harus diterjemahkan dulu oleh Mesin Web Server (seperti Apache), diubah menjadi HTML biasa, barulah dikirim ke layar pengguna.

2️⃣ XAMPP dan Ruang Keramat “htdocs”

Dari mana kita mendapatkan mesin Apache ini? Tentu saja dari XAMPP! Jika Anda sudah mengikuti kelas MySQL sebelumnya, Anda pasti sudah menginstal XAMPP.

Aturan mutlak dalam pemrograman PHP: Semua file .php WAJIB disimpan di dalam satu folder khusus milik XAMPP.

Langkah-langkah Persiapan Misi:

  1. Buka aplikasi XAMPP Control Panel di Windows Anda.
  2. Nyalakan modul Apache (Klik Start). Pastikan tulisannya menjadi hijau. (Ini berarti laptop Anda resmi berubah wujud menjadi “Web Server Lokal”).
  3. Buka Windows Explorer Anda, arahkan ke partisi C:\.
  4. Cari folder bernama xampp. Masuk ke dalamnya.
  5. Cari folder bernama htdocs. Ini dia Ruang Keramat kita! (Semua website PHP dunia disimpan di folder sejenis ini).
  6. Di dalam folder htdocs, buat folder baru bernama belajar_php.

3️⃣ Hello World! (Menulis Kode PHP Pertama)

Sekarang, buka Code Editor Anda (seperti Visual Studio Code), dan buka/arahkan kerjanya (Open Folder) ke dalam folder C:\xampp\htdocs\belajar_php tadi.

Buat file baru di dalamnya bernama index.php. Mari kita tulis mantra standar seluruh bahasa pemrograman dunia:

<?php
  // Ini adalah komentar. Komentar tidak akan dibaca mesin.
  // Mantra 'echo' berfungsi untuk memuntahkan tulisan ke layar browser.
  
  echo "Hello World! Saya sedang belajar PHP dari belajarisme.com";
?>

Penjelasan Anatomi Kode:

  1. Semua kode PHP murni HARUS diapit oleh rahang pembuka <?php dan rahang penutup ?>. Jika Anda mengetik kode di luar rahang itu, PHP tidak akan membacanya!
  2. Perintah echo adalah perintah untuk mencetak teks ke layar.
  3. Selalu akhiri kalimat/perintah PHP dengan Titik Koma (;). Lupa satu titik koma saja akan membuat seluruh website Anda mogok kerja (Fatal Error)!

4️⃣ Cara Melihat Hasilnya di Browser

(Ingat: Jangan pernah Double-Click file ini di Windows Explorer!)

Untuk melihat hasilnya:

  1. Pastikan Apache di XAMPP masih menyala hijau.
  2. Buka Browser Anda (Google Chrome).
  3. Di bilah alamat (URL Bar), ketikkan alamat lokal Anda: http://localhost/belajar_php/
  4. Tekan Enter!

Tadaa! Tulisan “Hello World!” akan muncul di layar putih Anda! (Sebagai catatan: Tulisan localhost pada URL tersebut berfungsi untuk memerintahkan browser agar mencari file tersebut ke dalam folder C:\xampp\htdocs\ di laptop Anda).

🗽 Kesimpulan

Ini adalah batu loncatan terbesar Anda. Memahami letak eksekusi (folder htdocs) dan cara pemanggilannya (melalui localhost) adalah fundamental terpenting yang sering salah dipahami.

Sekarang sistem mesin Anda sudah menyala dan siap menerima perintah logika. Mari kita pelajari cara PHP mengingat nama Anda dan menyortir tipe data di materi selanjutnya yaitu Variabel dan Tipe Data.